Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Xiaomi dan Alasan Tidak Menjual HP di Amerika Serikat

Xiaomi, produsen ponsel asal China, berhasil menjadi produsen ponsel terbesar ketiga di dunia setelah Samsung dan Apple, meskipun mereka tidak menjual satu unit pun HP di Amerika Serikat. Jika Xiaomi aktif berusaha menarik minat pengguna HP di Negeri Paman Sam, bisa jadi pasar iPhone tergerus. Namun, kenapa Xiaomi tidak menjual HP produksinya di pasar AS?

Xiaomi Redmi Note 11 Pro 5G Ram 8/128 GB Xiaomi
Xiaomi Redmi Note 11 Pro 5G Ram 8/128 GB Xiaomi

Xiaomi kini menjual HP di lebih dari 50 negara di seluruh dunia, dengan pasar utama mereka adalah India. Di pasar AS, Xiaomi sudah hadir sejak 2016 dengan berbagai barang produksi seperti lampu LED, perangkat streaming, proyektor, dan power bank. Namun, satu-satunya produk Xiaomi yang tidak tersedia di AS hanyalah HP.

Menurut AndroidCentral, alasan Xiaomi menolak menjual HP di Amerika adalah model bisnis perusahaan. Xiaomi selalu menekankan bahwa mereka hanya mengambil untung sebesar 5% dari harga jual barang produksinya. Alasan Xiaomi adalah untuk memastikan produk yang mereka jual memberikan nilai terbesar bagi konsumennya.

Model bisnis tersebut membuat Xiaomi mampu menawarkan produk HP yang lebih murah dari Samsung dan Huawei di banyak pasar di seluruh dunia, dengan spesifikasi serupa. Namun, cara ini tidak bisa diterapkan di AS. Bisnis penjualan HP di AS sangat bergantung kepada kemitraan dengan operator telekomunikasi. Xiaomi menolak cara penjualan ini.

 utamanya adalah OnePlus, produsen HP China yang telah menjajakan produk mereka di AS selama 8 tahun. Namun, HP OnePlus baru laris manis pada 2021 setelah menjalin kemitraan dengan T-Mobile mulai 2018. Alasan Xiaomi menolak model bisnis ini adalah kemitraan dengan operator telekomunikasi membutuhkan investasi sangat besar dan membuat biaya penjualan melonjak tinggi. Kondisi ini menyulitkan Xiaomi memastikan "hanya mengutip" 5% profit dari harga HP yang dijual.

Selain itu, hubungan China dan AS sedang tidak baik-baik saja. Direktur Riset IDC Nabila Popal menyatakan tensi tinggi antara AS dan China membuat Xiaomi tak mau mengambil risiko. "Setelah apa yang terjadi dengan Huawei, saya rasa merek China tak mau mengambil risiko investasi besar-besaran di pasar yang bisa dengan gampang 'memblokir' mereka."

Dengan model bisnis yang dianut Xiaomi, produsen ponsel asal China tersebut berhasil meraih sukses besar di pasar global. Namun, hal ini tidak bisa diterapkan di pasar AS karena ketergantungan bisnis penjualan HP di sana pada kemitraan dengan operator telekomunikasi yang membutuhkan investasi besar dan membuat biaya penjualan melonjak tinggi. Selain itu, tensi antara AS dan China membuat Xiaomi tak mau mengambil risiko. Meskipun Xiaomi belum menjual HP di AS, mereka tetap berkomitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi konsumen di seluruh dunia dengan model bisnis mereka yang berbeda.