Cara Shutdown Komputer Dengan UPS

Pada artikel ini akan dipaparkan cara shutdown komputer dengan UPS, dimana Anda dapat mengkonfigurasi UPS dan memastikan bahwa komputer Anda melakukan shutdown dengan benar jika suatu-waktu terjadi putusnya listrik, melonjaknya daya listrik, dan masalah listrik lainnya.

https://www.kupaskomputer.com/2020/02/cara-shutdown-komputer-dengan-ups.html

Shutdown Komputer Dengan UPS: Agent Software dan Konfigurasi UPS

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah mengkonfigurasi agent software yang dimiliki oleh UPS Anda, sehingga komputer dan UPS dapat “berkomunikasi” dan memastikan bahwa keduanya dapat berkoordinasi agar sistem komputer Anda lancar dan stabil. Tanpa agent software, komputer Anda pada dasarnya hanya dicolokkan ke UPS tanpa manfaat lebih lanjut. Katakanlah Anda membeli UPS dengan daya listrik yang mampu membuat komputer berjalan selama 20 menit sebelum mati sepenuhnya. Tanpa agent software, komputer Anda tidak akan tahu bahwa ada kendala listrik dan akan terus berjalan, dan mungkin saja waktu yang dibutuhkan lebih singkat. Tentu saja Anda tidak ingin hal ini terjadi, karena UPS sebenarnya dapat menunda crash yang akan terjadi jika Anda tidak menggunakan UPS. Dengan menggunakan agent software, UPS Anda akan berubah menjadi smart battery yang dapat berkomunikasi dengan komputer Anda dan berkoordinasi bersama-sama. Hal terpenting yang harus dilakukan, yaitu shutdown atau hibernate dapat otomatis berjalan jika baterai UPS benar-benar habis. Dalam artikel ini, akan digunakan agent software PowerPanel Persinal Edition untuk CyberPower, dengan UPS bermerek CyberPower CP1500AVR. Untuk merk UPS lainnya, Anda dapat bertanya kepada penjual UPS dan merujuk kepada dokumentasi pabrikan UPS. Meskipun Anda tidak menggunakan UPS CyberPower, Anda sebaiknya membaca artikel ini, untuk mengetahui fitur berguna yang pada umumnya dimiliki hampir semua UPS. Jika Anda tinggal di daerah yang seringkali terkena mati lampu, atau lonjakan listrik, sangat penting untuk menggunakan UPS (Uninterruptable Power Supply) untuk melindungi komputer Anda. Tentu saja, Anda harus menginstal software bawaan UPS. Instalasi program ini sesederhana instalasi program lainnya. Saat program sedang diinstal, sebaiknya Anda memeriksaa apakah komputer Anda benar-benar tercolok ke UPS, dan UPS tercolok ke colokan listrik rumah Anda. Periksalah apakah komponen penting komputer, seperti tower komputer dan monitor utama, tercolok ke UPS. Periksa juga apakah kabel data UPS terhubung ke komputer Anda.

https://www.kupaskomputer.com/2020/02/cara-shutdown-komputer-dengan-ups.html

UPS CyberPower menggunakan kabel USB yang seringkali digunakan untuk scanner dan printer. UPS lainnya juga menggunakan kabel yang sama, atau kabel adaptor khusus yang disediakan oleh pabrikan untuk menghubungkan port data UPS ke port USB. Begitu program terinstal dan kabel data UPS terhubung, saatnya Anda menjalankan agent software dan mulai berkomunikasi dengan UPS Anda.

Mengkonfigurasi Agent Software

Saat Anda pertama kali menjalankan agent software, Anda akan melihat menu status seperti yang ada pada gambar diatas. Tampilan dashboard diatas dapat bermanfaat untuk Anda, agar Anda dapat memeriksa kondisi dari UPS Anda. Pada gambar diatas, Anda dapat melihat bahwa UPS menggunakan tenaga AC, suplai voltase stabil, dengan menggunakan 118 volt, dan tidak ada kondisi listrik abnormal, baterai terisi penuh, dan waktu perkiraan ketahanan baterai, serta beban komputer terhadap UPS. Saat Anda mengklik tab Summary, Anda akan melihat tab monitoring kedua:

Jika tab pertama memberikan Anda rangkuman singkat, tab kedua memberikan Anda tampilan historis UPS. Pada tab ini (gambar diatas), Anda akan melihat bahwa UPS tidak pernah menghadapi masalah listrik (kolom bertuliskan “never” dan “none”).  Artinya, Anda akan dapat mengetahui jika nantinya Anda mengalami masalah listrik dengan membuka tab ini. Sebagai catatan, daftar diatas disimpan berdasarkan software, bukan berdasarkan hardware.

Selanjutnya, menu konfigurasi. Disini, Anda bisa mengatur beberapa pengaturan tambahan. Tab pertama memberikan Anda tool berguna untuk UPS Anda, yaitu fitur Schedule.

Anda mungkin berpikir bahwa tool ini tidak cukup berguna, karena Windows memiliki tool bawaannya sendiri. Tetapi kelebihan dari tool ini adalah, tool ini tidak hanya akan melakukan shutdown pada komputer Anda, tetapi pada semua peripheral yang terhubung ke UPS Anda. Pekerjaan ini adalah salah satu pekerjaan yang sebenarnya harus Anda ketahui, yaitu mematikan peripheral yang tidak Anda gunakan untuk menghemat daya listrik berlebih. Tetapi tentu saja, cara ini tidak begitu diketahui orang lain, sehingga jarang sekali orang yang melakukannya. Dengan tool power schedule yang diberikan oleh agent software ini, semua pekerjaan tersebut akan dilakukan UPS untuk Anda.

Tab Notification akan memberikan Anda notifikasi sederhana tentang kondisi UPS Anda, termasuk kemampuan untuk mengaktifkan pemberitahuan berbasis software, dimana speaker komputer Anda akan menghasilkan suara, atau pemberitahuan berbasis hardware, dimana speaker yang ada didalam UPS Anda akan menghasilkan suara pemberitahuan. Meskipun alarm ini berguna, tetapu jika Anda tinggal di daerah yang sering terjadi mati lampu, sebaiknya Anda mematikan pemberitahuan berbasis hardware, terutama jika komputer Anda terletak di kamar tidur Anda.

Pada tab Runtime, Anda bisa mengoptimalkan penggunaan UPS Anda, atau menghemat baterai UPS Anda. Opsi apapun yang Anda gunakan akan berdasarkan situasi gangguan listrik yang ada di daerah sekitar Anda, dan apa yang Anda inginkan. Disini, akan diatur agar UPS dapat berjalan lebih lama, karena (anggaplah) disini seringkali terjadi mati lampu singkat tetapi sering terjadi selama cuaca hujan. Oleh karena itu, komputer harus tetap berjalan saat digunakan selama mati lampu dengan periode 2-3 menit. Jika Anda ingin menghemat baterai, atau Anda sangat berjaga-jaga, Anda bisa menggunakan fungsi kedua, yaitu dengan melakukan shutdown pada komputer, setelah beberapa menit tertentu yang telah Anda atur sebelumnya.

Tab Voltage tidak terlalu berguna. Sebelumnya, agent software membuat Anda mampu mengutak-atik sensitifitas voltase UPS Anda, tetapi, mungkin, karena para pengguna UPS tidak mengetahui pemahaman pengaturan voltase UPS dengan baik, dan mengutak-atik pengaturan tersebut dan menyebabkan masalah yang lebih banyak, maka fitur ini dinon-aktifkan oleh agent software.


Tab terakhir adalah tab Self-Test. Sebaiknya, Anda menjalankan self-test paling tidak satu bulan sekali. Saat Anda menjalankan self-test, UPS akan memutuskan hubungan daya listrik dari colokan listrik rumah Anda, dan akan melakukan tes diagnosa selama sekitar 10 detik, untuk mengkonfirmasi bahwa semua komponen yang ada didalam UPS, seperti sirkuit, baterai, dan sebagainya dapat berfungsi sebagaimana seharusnya. Anda tidak perlua sampai mati lampu terjadi di rumah Anda untuk menguji hal ini, karena Anda dapat melakukannya sebelumnya.
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Shutdown Komputer Dengan UPS"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel