Gara-gara Teknologi, Seseorang Bisa Dipenjara

Gara-gara Teknologi, Seseorang Bisa Dipenjara

Kupaskomputer.com - Judulnya menyeramkan ya? terpenjara, rasanya seperti kita melakukan kesalahan yang sangat besar sehingga harus meringkuk di bui.

Tapi jangan salah persepsi dulu, penjara itu tidak harus masuk sel, bisa juga dalam arti lain yaitu "terpenjara sepi, sendiri dan sunyi tiada teman", (seperti lirik lagu hehe...).

Sepi dikarenakan ulahnya sendiri. Atau sebagian kasus, ada seseorang terjerat hukum karena penggunaan teknologi yang tidak tepat.

Hal ini bukanlah sekedar cerita dongeng, namun kenyataan yang ada. Ambil contoh saja, seseorang tertangkap hanya karena membuat "status" di facebook yang isinya melecehkan drajat seseorang. Ada juga kasus dimana cuitan seseorang di twitter mengakibatkan dirinya masuk ke ranah hukum, contoh yang baru-baru ini terjadi antara pengacara Farhat Abbas dan juga Dhani. Farhat abbas yang selalu mencari sensasi dengan menulis kata-kata yang menyakitkan akhirnya menjadikan dirinya sebagai seorang tahanan.

Ya, contoh diatas merupakan gambaran kesalahan penggunaan teknologi. Walaupun tidak semua orang melakukan kesalahan yang sama. Namun, terkadang kita ini seringkali suka "ikut-ikutan". Saya sendiri tidak habis berfikir, sebenarnya apa sih tujuan seseorang membuat status/ cuitan di sosial media dengan kata-kata kasar? ingin tenar? ingin terlihat lebih gagah? atau jangan-jangan ingin mencari perkara? Ah, menurut saya itu adalah hal yang sia-sia.

Saya pribadi terkadang merasa prihatin. Penggunaan teknologi yang salah dapat mengakibatkan kita terjerumus dan terlihat buruk dimata orang lain. Bukan malah menjadikan diri ini lebih baik, namun sebaliknya membuat kita semakin dijauhi orang lain.

Situs sosial media layaknya facebook ataupun twitter, menurut saya bukanlah tempat kita meluapkan emosi yang meledak-ledak di dalam diri kita, bukanlah tempat berbagi yang sifatnya pribadi, bukanlah tempat menyombongkan diri. Atau hal-hal negatif lainnya.

Facebook diciptakan dengan tujuan mencari teman dalam arti teman yang sesungguhnya. Facebook diciptakan sebagai wadah saling bersapa ria, berbagi pengalaman bahagia. Berbagi informasi. Saling berkomunikasi dengan teman yang nun jauh disana.

Tetapi ternyata facebook seringkali dijadikan sebagai tempat luapan emosi. Berkata-kata kasar karena ingin mendapatkan perhatian dari teman-teman di dunia maya. Menyombongkan diri dengan mengunggah foto-foto seksi, memamerkan harta yang dimiliki, bahkan tak jarang orang mempertontonkan hal-hal yang bersifat pribadi seperti foto mesra bahkan foto ciuman. Argh!.... rasanya saya ingin memberikan saran kepada mereka, tetapi ketika saya memberikan saran, malah saya sering di pojokkan. Saya dikatakan sok dan segalanya. Padahal tujuan saya pun adalah mencoba untuk tidak salah dalam menggunakan teknologi.

Selain hal-hal diatas, terkadang juga mereka melupakan jati diri. Kita hidup bukan hanya di dunia maya, melainkan di dunia sesungguhnya. Kita terlalu di perbudak teknologi, hingga kita lupa akan lingkungan sekitar. Kita lupa siapa kita sesungguhnya. Orang-orang lebih suka membuat status di facebook atau membuat cuitan di twitter dan juga melalukan hal yang sama di BBM (blackberry messenger)

Status di media sosial bisa membuatmu terpuruk

Pernahkah melihat seseorang membuat status "SAYA LAGI SAKIT"? kemudian ratusan teman-teman di facebook menunjukkan simpati nya dengan meng-klik tombol like dan membalas statusnya dengan berkata semoga cepat sembuh? tapi apakah mereka benar-benar tulus? apakah dengan cara ini kita sembuh? Tidak! sebagian dari mereka hanya ingin terlihat seolah-olah peduli, tetapi didalam hatinya kita tidak benar-benar mengetahuinya bukan? Teman yang sesungguhnya adalah ketika mengetahui kondisi kita sakit, mereka akan berbondong-bondong datang dan menjenguk kita bukan sekedar "LIKE"

Pernahkah melihat seseorang mengunggah foto yang "WOW" kemudian ratusan orang meng klik like dan mengatakan "kamu manis, kamu bla-bla.....", apakah ini yang kita cari? pujian? bukankah pujian yang sesungguhnya yang berasal dari jodoh kita? bukan orang lain? Ingat! mereka melakukan demikian karena ada maksud jelek tersembunyi.

Terus ada lagi salah satu pengguna facebook yang entah bertujuan menyombongkan diri dengan mengunggah foto-foto harta miliknya, dan membuat kata-kata yang seperti anggun namun tersimpan kesombongan didalamnya. Apa tujuannya? pujian? terlihat wah? atau terlihat seperti orang kaya? Ya, kita mendapatkan pujian dari teman-teman dunia maya, tetapi sebagian orang akan menilai jelek diri kita. Kita dianggap pamer dan sebagainya.

Selain itupun, ada sebagian pengguna facebook seperti di awal artikel ini yang melecehkan seseorang. Meluapkan semua emosi dengan status kasar. Mengatakan keburukan orang lain. Bahkan menuliskan memojokkan seseorang dengan mengatakan hal yang tidak baik. Apa untungnya? TIDAK ADA. Hal demikian malah akan membuat kita dijauhi orang lain. Dan yang paling parah adalah kita akan masuk BUI.

Jadikan sosial media wadah yang sesungguhnya

Mau kaya? mau disenangi banyak orang? maka buatlah mereka bahagia. Jadikanlah facebook sebagai wadah kita mencari kebahagiaan dengan berbagi ilmu, berbagi status ceria, berbagi status lucu atau berbagi video yang menggembirakan.

Facebook pun bisa dijadikan ladang bisnis, tempat promosi barang bahkan mencari relasi sebanyak-banyaknya yang akhirnya menguntungkan. Menjadikan kita kaya dalam arti sesungguhnya dan menjadikan kita pengguna yang tepat dalam menggunakan teknologi. Bukan hanya facebook saja, twitter ataupun yang lainnya, jadikanlah wadah yang sesungguhnya.

Oh ya, saya sampai lupa menyampaikan bahwasanya seseorang bisa terjerat hukum dan dipenjara dikarenakan memang ada UUD ITE (Informasi Teknologi Elektronik). Salah satu dari UUD ITE adalah penghinaan dan pencemaran nama baik. So, gunakan semuanya dengan sewajarnya. Jadikanlah diri kita melakukan kegiatan-kegiatan positif khusunya di dunia maya.
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel