Tips Memilih Prosesor Buat Gaming

Tips Memilih Prosesor Buat Gaming


Kupaskomputer.com - Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang sangat di idamkannya, entah itu pasangan, berupa barang dan lain-lain. Tak terkecuali mereka yang hobi bermain game komputer, pasti mengharapkan pc idaman sebagai pendamping hiburannya. Yap, saya pun begitu. Selalu berharap mendapatkan komputer yang terbaik. Tetapi ada kalanya kita sering salah memilih, kenapa? karena minimnya pengetahuan mengenai komputer dan persepsi yang salah mengenai perangkat komputer. 

Disini saya akan menjabarkan salah satu perangkat yang cukup vital baik itu dalam kinerja gaming maupun yang lainnya. Tetapi yang akan saya tekankan adalah mengenai salah satu otaknya komputer, yup, itulah prosesor. Tugasnya mengelolah data yang ada. Cepat atau tidaknya komputer sangat bergantung dengan prosesor. Jadi jangan sampai salah pilih ya sobat. 

Dalam hal gaming, perangkat satu ini jangan diabaikan. Jangan sampai salah pilih sobat. Ada dua pilihan prosesor untuk saat ini yaitu Intel dan AMD, mana yang lebih baik? kembali lagi ke kita, yang terbaik adalah yang sesuai dengan kantong hehe. Kalau saya pribadi sebisa mungkin price/performance memenuhi. Maksudnya harga dan kinerja itu sebanding hehe.

INTEL Inside

Saya akan rekomendasikan prosesor intel berdasarkan generasinya, supaya sobat defaris memiliki banyak alternatif. Hindari soket 478, karena sudah tidak layak lagi buat gaming.

  • Generasi Core series, soket 775. Pilihlah minimal yang sudah Quad Core, contoh Core 2 Quad Q8400 atau diatasnya, Generasi Core 2 Quad memiliki 4 inti prosesor, dan seri Q8400 memiliki kecepatan 2,66Ghz. Masih cukup untuk melayani game-game terkini. Hindari prosesor jenis Intel Pentium Dual Core atau Core 2 Duo, karena beberapa game terbaru tidak bisa dimainkan. Harga prosesor Core 2 quad seri ini pun termasuk sangat murah untuk saat ini. Yang jelas kalau barunya sudah tidak ada, jadi sobat bisa cari yang menjual seken.
  • Generasi Core i pertama, soket 1156. Pilihlah minimal prosesor Core i3 yang memiliki teknologi HT (Hyper threading), teknologi ini secara kasar menipu software. Karena prosesor ini terdeteksi memiliki 4 inti prosesor, padahal sebenarnya cuma 2 inti yang aktif, sisanya merupakan HT. Oh ya, khusus untuk soket ini sedikit kesulitan untuk mendapatkan mainboardnya, karena memang produksinya tidak terlalu banyak. Saran saya untuk menjadikannya alternatif terakhir jikalau yang lain memang sudah tidak ada. Contoh prosesornya adalah Intel Core i3 540 3.0Ghz. Oh ya untuk soket versi ini saya lebih menganjurkan mengambil Core i5, alasannya simpel, harganya udah murah untuk pasaran seken.
  • Generasi Core i kedua, soket 1155. Untuk prosesor generasi ini sobat memiliki banyak pilihan, tetapi tetap saran saya minimal mengambil prosesor core i3. Generasi ini untuk barunya sudah tidak ada lagi, tetapi pilihan sekennya pun sangat banyak. Bahkan sobat bisa mengambil prosesor core i5 dengan harga yang terjangkau. Contoh prosesornya adalah Intel Core i3 2100 3.1Ghz. Untuk prosesor core i5 bisa dilirik seri i5 2400 3.1 Ghz. Generasi kedua ini lebih dikenal dengan nama Sandy Bridge.
  • Generasi Core i ketiga, soket 1155. Memiliki soket yang sama pada generasi kedua tetapi memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahkan untuk vga onboard yang dibawanya sudah bisa memainkan game-game sedang. Contoh prosesornya adalah Intel Core i3 3240 3.4Ghz atau sobat bisa melirik Intel Core i5 3450. Untuk generasi seri ini dikenal dengan nama Ivy Bridge dan ketersediaan barunya pun masih ada.
  • Generasi Core i keempat, soket 1150. Yap inilah generasi paling baru dari core i series. Kelebihannya pada kinerja dan kemampuan vga onboard yang ditingkatkan. Satu lagi untuk urusan daya termasuk irit. Saran saya kalau bisa mengambil generasi yang paling baru saat ini, karena untuk kedepannya kita masih bisa melakukan upgrade ke yang lebih tinggi. Contoh prosesornya adalah Intel Core i3 4130 3.4Ghz. Generasi terbaru ini lebih dikenal dengan Haswell.


AMD (Advance Micro Device)

Hmm... rival terberat intel. AMD dikenal oleh para gamer sebagai produsen yang selalu memberikan harga dan kinerja yang cukup sebanding. Bayangkan untuk range harga yang sama, membeli prosesor intel hanya mendapatkan prosesor dual core yang dibekali teknologi HT, sangat berbeda dengan AMD, kita bisa mendapatkan prosesor AMD dengan kecepatan yang lebih tinggi dan memang sudah memiliki 6 inti prosesor didalamnya. Cukup menggiurkan bukan? yup, tetapi semua kembali ke masing-masing pembeli.

Saran saya cuma satu, sesuaikan saja semuanya dengan budget atau uang yang ada. Kalau memang menginginkan gaming dan juga editing, cukup bijak bila memilih prosesor AMD sebagai pilihan untuk merakit sebuah pc impian.

Untuk AMD sendiri saya tidak banyak memberikan pilihan karena memang soket yang digunakan AMD pun tidak terlalu banyak seperti halnya intel.

  • AMD Soket AM2+/AM3. Pilihlah minimal AMD Athlon II X4 atau AMD Phenom X4 atau Phenom II X4. Jenis prosesor ini memang sudah cukup lama, tetapi masih banyak kok orang-orang yang menjual sekennya dan harganya pun termasuk terjangkau. Dan satu lagi, saya masih banyak game-game yang support dengan prosesor seri ini.
  • AMD Soket AM3+. Pilihlah minimal AMD Vishera FX yang sudah 4 core. Harganya pun cukup bersaing dengan prosesor i3 miliknya intel, tetapi kelebihannya adalah AMD memiliki prosesor 4 inti murni bukan teknologi HT.
  • AMD soket FM1/FM2/FM2+. Berbeda dengan soket AM series, untuk soket FM series lebih diunggulkan kepada kemampuan VGA onboardnya yang boleh dibilang bisa memainkan game-game terkini dengan cukup baik. Pilihan paling bijak adalah AMD A8 Series. Sudah memiliki 4 inti prosesor. Dan usahakan untuk mencari soket paling baru, ambil contoh soket FM2+.

Cukup banyak bukan pilihan prosesor buat gaming? seringkali saya menyarankan untuk membeli prosesor jenis terbaru bukan berarti yang lama tidak baik cuma alangkah bijaknya untuk memikirkan upgrade kedepannya kita tidak menemukan kesulitan untuk mencari mainboardnya atau mencari pengganti prosesor yang lebih tinggi lagi. Siapa tahu sobat ada rejeki dan menginginkan kinerja yang lebih tinggi lagi bukan?

Kenapa juga saya masih memberikan alternatif prosesor lama? ini dikarenakan masih banyak pengguna komputer yang menggunakan jenis prosesor dengan soket lama. Dan ada juga sebagian yang masih bertahan dengan alasan komputernya masih bisa digunakan untuk kerja atau alasan-alasan lainnya.

Semoga artikel singkat "Tips memilih prosesor buat gaming" bisa memberikan manfaat bagi sobat defaris. Disini saya berusaha untuk menilai sebuah kemampuan prosesor secara objektif, jikalau memang salah harap maklum karena saya juga manusia hehe.. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kemajuan blog ini.
Bynix
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging